Objek Sejarah dan Budaya

Beri Rating

Rating: 0.0 / 5

(0 ulasan)

Makam Temenggung Abdul Jamal

Makam Temenggung Abdul Jamal terletak di Pulau Bulang Lintang, sebuah pulau kecil di selatan Batam, dan menjadi salah satu situs cagar budaya sejarah Melayu di wilayah ini . Tempat peristirahatan ini berdiri di atas kompleks seluas sekitar 15 × 20 meter dan dipagari, menandakan posisinya sebagai makam tokoh besar dan keluarganya .

Temenggung Abdul Jamal, lahir pada tahun 1720 sebagai putra Bendahara Tun Abbas (putra Sultan Abdul Jalil Shah IV Johor), menjabat sebagai Temenggung Johor–Riau sejak 1757 hingga wafatnya pada 1802. Ia dikenal sebagai bendahara dan penguasa di wilayah Bulang Lintang beserta pulau-pulau sekitarnya . Di sekitar makam utama, juga terdapat makam istri beliau, Raja Maimunah, serta makam keluarga dan prajurit setianya .

Bangunan makam utama berupa struktur berbentuk silinder dari batu bata dengan empat pilar penyangga dan atap tinggi yang menonjol di tengah kompleks; ciri-ciri ini membedakannya dari makam lain di area tersebut . Di dalam kompleks, terdapat museum mini atau rumah pusaka yang menyimpan benda-benda bersejarah peninggalan Temenggung seperti keris, pedang, tombak, mangkuk “anti-basi”, tongkat rotan, dan bejana kuno .

Sejak tahun 2020, kompleks makam ini mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota Batam. Wali Kota Muhammad Rudi berencana memugar situs tersebut melalui Musrenbang, bekerja sama dengan Tim Cagar Budaya Provinsi, dengan tujuan mempertahankan karakter aslinya sambil menjadikannya destinasi wisata sejarah .

Makam ini biasanya ramai dikunjungi menjelang Bulan Ramadhan sebagai tempat ziarah, namun kini juga mulai menarik wisatawan sejarah dan budaya yang ingin memahami Kerajaan Melayu–Johor di masa silam

Lokasi

Komentar

Belum ada komentar.