Museum Raja Ali Haji
Museum Raja Ali Haji Batam adalah museum pertama milik pemerintah Kota Batam, didirikan pada bangunan bekas Astaka Musabaqah Tilawatil Quran Nasional 2014 dan diresmikan pada 18 Desember 2020 bertepatan Hari Jadi Batam ke‑191 . Terletak di Dataran Engku Putri, kawasan Batam Centre dekat pelabuhan internasional, museum ini mudah dijangkau dengan jalan kaki atau transportasi umum. Bangunan bergaya arsitektur Melayu-Islam yang ikonik ini memiliki 15 ruang pamer berisi artefak sejarah Batam—mulai dari era Kesultanan Riau-Lingga, kolonial Belanda, masa pendudukan Jepang, hingga modernisasi di bawah kepemimpinan B.J. Habibie. Koleksi meliputi regalia kerajaan seperti cogan dan tanjak, alat musik tradisional, keramik Dinasti Ming, meriam Belanda, serta barang pribadi B.J. Habibie seperti telepon, laptop, dan surat pengangkatan otoritas Batam. Berbagai teknologi modern diterapkan, seperti QR/barcode di setiap exhibit, memungkinkan pengunjung mengakses informasi digital lewat ponsel pintar. Pengunjung bulanan cukup tinggi: sejak Januari hingga Juni 2023, tercatat sekitar 9.133 kunjungan, termasuk pelajar, mahasiswa, wisatawan domestik, dan internasional disbudpar.batam.go.id .

Komentar
Belum ada komentar.