Pandang Tak Jemu
Ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu terletak di Kampung Tua Bakau Serip, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa – hanya 25–30 menit berkendara atau sekitar 13–15 km dari Bandara Hang Nadim, dan 5 menit dari Pelabuhan Nongsa Pura, menjadikannya mudah diakses bagi wisatawan lokal maupun mancanegara .
Dengan area konservasi mangrove seluas sekitar 7 hektar (dalam kawasan lebih besar 100 ha), lokasi ini menampilkan jembatan kayu yang membelah hutan, gagasan edukasi mangrove, dan sandbar pasir putih—menjadikannya destinasi unik untuk wisata alam, foto Instagramable, dan pelestarian ekosistem .
Ini adalah wisata berbasis komunitas: pokdarwis lokal memimpin program edukasi, penanaman mangrove, dan pengelolaan seperti pengumpulan sampah dan pengembangan suvenir. Pandang Tak Jemu masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 serta meraih juara suvenir terbaik .
Fasilitas pendukung lengkap dan representatif: panggung budaya, gazebo dan pondok kayu, selfie spot, toko suvenir, restoran seafood, café-payung, toilet umum, musholla, area parkir, serta hotspot Wi‑Fi . Harga tiket masuk sekitar Rp 10.000/orang, gazebo sewa antara Rp 30.000–100.000 .
Aktivitas yang dapat dinikmati meliputi:
– Edukasi lingkungan: wisata edukatif, sekolah kunjungan, penanaman bibit mangrove .
– Rekreasi alam: trekking jembatan kayu, gazebo, spot foto, camping, outbond, dan barbeque malam hari .
– Panorama alam & kesehatan: suasana teduh, udara segar, pemandangan Selat Malaka, Singapura–Malaysia di kejauhan, serta pepohonan mangrove kuno dan pasir putih di tengah hutan

Komentar
Belum ada komentar.