Objek Sejarah dan Budaya

Beri Rating

Rating: 0.0 / 5

(0 ulasan)

Pulau Belakang Padang

Pulau Belakang Padang, sering dijuluki “Pulau Penawar Rindu”, adalah salah satu kecamatan sekaligus destinasi wisata memperkaya pengalaman di Batam. Hanya sekitar 15–20 menit menaiki pompong dari Pelabuhan Sekupang (biasanya Rp 8 000–20 000 sekali jalan), pulau ini menawarkan kombinasi unik antara sejarah, budaya, kuliner, dan panorama alam.

Dibentengi oleh kehidupan pedesaan Melayu yang autentik, pulau ini memiliki struktur masyarakat sederhana—jalan sempit tanpa kendaraan roda empat, sehingga transportasi lokal berupa becak menjadi pilihan utama dengan tarif sekitar Rp 20 000–60 000 sekali keliling.

Wisatawan dapat menikmati pantai pasir putih yang tenang—Pantai Sulaiman dan Kampung Jawa—ideal untuk berenang, berjemur, atau snorkeling di perairan dangkal nan jernih. Jangan lewatkan Lang-lang laut, pasar malam dan pusat kuliner tepi dermaga yang menyajikan menu otentik: ikan asam pedas, cumi masak hitam, martabak Melayu, serta Kopi Ameng dan teh tarik klasik.

Dari Bukit Jepang, pengunjung dapat melihat siluet Singapura yang menjulang di cakrawala—sensasi unik menyapa negara tetangga langsung dari tanah Indonesia. Selain itu, pulau ini juga menyimpan jejak sejarah, seperti makam Sunan Tulub di Pulau Tolop dan warisan peradaban Melayu tradisional yang kental.

Pemerintah kota menyadari potensi ini dan mengalokasikan lebih dari Rp 13 miliar untuk pengembangan infrastruktur seperti dermaga baru, jalan diperlebar, serta trotoar yang nyaman.

Lokasi

Komentar

Belum ada komentar.