Pulau Sambu
Pulau Sambu, sebuah pulau kecil di lepas pantai barat Laut Batam, merupakan destinasi bersejarah dan penuh kekhasan. Pulau ini dikenal sebagai pulau kilang minyak tertua di Indonesia, yang mulai digunakan sejak masa kolonial Belanda pada tahun 1897 dan kini masih beroperasi sebagai Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina dengan kapasitas lebih dari 300.000 KL .
Meskipun fungsi industrinya masih aktif, Pulau Sambu menawarkan wawasan wisata “urban exploration” yang unik. Di sisi utara Pulau, berdiri deretan bangunan bergaya kolonial dan Melayu seperti rumah pengelola kilang, bioskop tua, kantor pos, bahkan masjid berwarna hijau cerah bernama Masjid Al Muhajirin. Banyak dari bangunan tersebut kini kosong atau tidak berpenghuni, menciptakan suasana damai sekaligus misterius—seperti kota hantu di tepi Selat Malaka.
Para pengunjung dapat menaiki pancung dari Pelabuhan Sekupang (sekitar 15–20 menit, tarif kisaran Rp 15.000/orang), lalu melapor ke pos keamanan sebelum mulai menjelajah. Aktivitas populer di antaranya:
-
Menikmati pemandangan Singapura dan perairan Selat Malaka dari pantai atau bukit kecil di pulau.
-
Berburu foto estetik dan vintage dengan latar bangunan tua dan pohon kelapa/mangga sepanjang garis pantai .
-
Bersantai, menikmati sunrise atau sunset, atau duduk santai di bangku kayu sambil menikmati semilir angin laut.
Selain keindahan estetisnya, Pulau Sambu juga sarat nilai sejarah: selain fungsi industri, pernah diduduki Jepang/Belanda saat Perang Dunia II . Anda bisa menyaksikan jejak masa lalu lewat struktur bangunan yang masih berdiri serta instalasi terminal BBM yang megah di tepi laut.

Komentar
Belum ada komentar.